Rabu, 19 November 2014
Nama-Nama Komponen Motor Stater
1. Lampu indikator baterry (accu) dan oli pada dashboar mati. 75% kemungkinan sekering (Fuse) soket putih dekat accu kotor/kendor atau malah sudah putus. kemungkinan lain adalah pull accu kotor atau kendor, atau mungkin strum accunya kurang.
Nama-Nama Komponen Tune Up
KOMPONEN - KOMPONEN TUNE UP MOBIL
Mesin terdapat beberapa komponen :
1. Blok silinder (Cylinder Block)
fungsi : sebagai tempat untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran bahan bakar.
2. Torak (piston)
fungsi : untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran
bahan bakar ke poros engkol (crank shaft) melalui batang torak
(connecting road).
3. Cincin Torak (Ring piston)
fungsi: - Mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha.
- Mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar.
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.
4. Batang Torak (Connecting Rod)
fungsi: Menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar dan meneruskannya keporos engkol.
5. Poros Engkol (crank shaft)
fungsi: Mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang akhirnya menggerakkan roda-roda.
6. Bantalan (Bearing)
fungsi: Mencegah keausan dan mengurangi gesekan pada poros engkol.
7. Roda Penerus (Fly Wheel)
fungsi: Menyimpan tenaga putar ( inertia ) yang dihasilkan pada
langkah usaha, agar poros engkol tetap berputar terus pada langkah
lainnya.
8. Katup (Valve)
fungsi: Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang.
9. Pegas Katup (Valve Spring)
fungsi: Mengembalikan katup pada kedudukan/posisi semula dan memberi tekanan pada katup agar dapat menutup dengan rapat.
10. Tuas Katup ( Rocker arm )
fungsi: Menekan katup - katup sehingga dapat membuka.
11. Batang pendorong ( push rod )
fungsi: Meneruskan gerakan valve lifter ( pengangkat katup ) ke rocker arm.
12. Pengangkat Katup ( Valve Lifter )
fungsi: Memindahkan gerakan camshaft ( poros nok ) ke rocker arm melalui push rod.
13. Poros Bubungan / Poros Nok ( camshaft )
fungsi: Membuka dan menutup katup sesuai dengan waktu ( Timming ) yang telah ditentukan.
14. Karter ( Oil Pan )
fungsi: Menampung oli pelumas.
15. Pena Torak ( Piston pin )
fungsi: Menghubungkan torak dengan connecting rod melalui lubang bushing.
16. Bantalan Luncur Aksial ( Thrust Waser )
fungsi: Menahan poros engkol agar tidak bergerak/bergeser maju-mundur.
17. Timming Chain : rantai timing / Timing Belat : sabuk timing
fungsi: Menghubungkan gerak putar poros engkol keporos nok.
18. Kepala Silinder ( Cylinder Head )
fungsi: Tempat kedudukan mekanisme katup, ruang bakar, busi dan sebagai tutup blok silinder.
19. Dudukan Katup ( Valve Seat )
fungsi: Tempat dudukan katup saat menutup.
Nama-Nama Bagian Komponen Transmisi
Rakitan Tutup Bak Transmisi
- Extension Housing
- Penahanan Bantalan Depan
- Rumah Kopling
- Bak Transmisi
- Roda Gigi gerak Speedometer
- Poros Tuas Pemindah
- Tuas Pemindah dan Pemilih
- Garpu Pemindah 1 dan 2
- Poros garpu pemindah 1 dan 2
- Tutup Bak transmisi
- Bola, Pegas, dan Pemegang Bola
- Lengan Pemindah Mundur
- Pegas, Bolam Poros Garpu Pemindah Mundur
- Kepala Pemindah Mundur
- Pen Pegas Alur
- Pen Interlock No. 1
- Pen Interlcok No. 2
Secara garis besarnya konstuksi utama sebuah motor diesel penggerak generator listrik (4 tak) dapat dibagi menjadi 5 bagian utama, meliputi :
Komponen sistem bahan bakar : tangki bahan bakar, keran bahan bakar, saringan bahan bakar, pompa injeksi, mekanisme governor, pipa tekanan tinggi, injektor (nozzle) dan saluran pengembalian bahan bakar.
Komponen sistem pelumasan : panci oli (carter), saringan kasar (oil screen), pompa oli, saringan halus (oil filter), indikator oli dan saluran penyalur oli pelumas.
Komponen sistem pendinginan : tangki air pendingin, mantel pendingin blok selinder (water jacket) dan komponen lain sesuai tipe pendinginan yang digunakan (lihat pada bagian sistem pendingi nan).
Komponen sistem mekanisme katup : poros bubungan (cam shaft), pengungkit (tappet), batang pendorong (push rod), tuas penekan katup (rocker arm), katup dan pegas katup.
Komponen lain di luar keempat sistem yang telah disebutkan, yaitu : blok selinder, kepala selinder, torak (piston), batang torak (connecting rod), poros engkol, roda gila (fly wheel) dan puli penggerak.
Mesin diesel yang dibelah
Penampang Samping Mesin diesel
Penampang Samping Mesin Diesel (Tipe hopper)
keterangan Gambar
Keterangan :
1 : Saringan udara (air cleaner)
2 : Penyemprot bahan bakar (injector nozzle)
3 : Katup dan Pegas Katup
4 : Tuas penekan katup (rocker arm)
5 : Ruang pembakaran
6 : Torak (piston)
7 : Poros engkol (crank shaft)
8 : Roda gila (fly wheel)
9 : Saluran pengeluaran bahan bakar (drain plug)
10 : Tangki bahan bakar
11 : Tutup tangki bahan bakar
12 : Tangki air pendingin
13 : Batang torak (conecting rod).
14 : Knalpot (muffler)
15 : Pompa Injeksi dan Mekanisme governor
16 : Kepala selinder
17 : Blok selinder
18 : Mantel (kantong) air pendingin blok selinder
Nama-Nama Fungsi Kelistrikan Body
SYSTEM KELISTRIKAN BODY PADA KENDARAAN
Sistem kelistrikanbody adalah instalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan. Rangkaian sistem kelistrikanbody tersebut, antara lain sistem penerangan lampu kepala, lampu kota, lampu tanda belok, lampuhazzard, lampu plat nomor, lampu rem, dan lampu mundur.
Fungsi Sistem Kelistrikan Body
Fungsi sistem kelistrikanbody adalah sebagai
penerangan pada kendaraan untuk memberikan tanda-tanda kepada pengendara
lain pada saat akan membelok maupun akan berhenti sehingga pengendara
akan aman dari kecelakaan. selain itu, juga untuk memberikan indikator
pada pengendara contoh lampu tanda belok ke kanan ataupun kiri sudah
menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan
lain-lain.
Sistem Kelistrikan Body
Bagian-Bagian Sistem KelistrikanBody
Lampu Kepala
Lampu ini ditempatkan di depan kendaraan, berfungsi untuk menerangi jalan pada malam hari. Umumnya lampu kepala dilengkapi lampu jarak jauh dan jarak dekat. Nyala lampu jarak jauh dan jarak dekat dikontrol olehdimmer switch. Lampu kepala menyala bersamaan dengan lampu belakang melalui saklar tarik atau putar. Lampu kepala yang dipakai ada dua tipe, yaitu tipesealed beam dan bola lampu. JenisSealed beam banyak dipakai pada kendaraan yang kostruksinya filamen, kaca dan reflektornya menjadi satu kesatuan. Tipe bola lampu banyak digunakan sebagai lampu depan pada sepeda motor.
1.Lampu Kota
Lampu kota (lampu posisi) pada kendaraan bermotor dapat
dinyalakan sendiri dan dapat juga menyala bila lampu kepala dinyalakan.
Tujuannya adalah bila malam hari atau gelap, pengendara atau orang lain
dapat dengan cepat mengetahui lebar atau tinggi kendaraan (untuk
kendaraan jenis truk dan bus).
Karena kegunaannya untuk mengetahui lebar dan tinggi kendaraan, posisi lampu kota harus berada di bagian ujung dari bagian yang terlebar dan tertinggi dari kendaraan .
Ada beberapa lampu pada kendaraan yang dapat menyala bersama lampu kota atau posisi, di antaranya lampu penerangan papan instrumen dan lampu plat nomor bagian belakang.
Arus lampu plat nomor selalu dihubungkan dengan lampu kota sebelah kanan dengan maksud bila lampu kota sebelah kanan belakang mati atau tidak menyala, masih ada tanda yang lain tentang lebar kendaraan.
Penggunaan bola lampu dan sekring
Dalam satu unit kendaraan bermotor (mobil), pada saat lampu kota atau posisi dinyalakan, jumlah daya lampu yang diperlukan adalah:
Nama Komponen |
Daya Lampu |
. .4 buah bola lampu kota. .2 buah bola lampu plat Nomor. .2 buah bola lampu instrumen |
. .4 X 8 Watt= 32 Watt. .2 X 3 Watt= 6 Watt. .2 X 3 Watt= 6 Watt |
Sekring yang terpasang untuk lampu kota (Tail Fuse) adalah 1,5 X daya lampu (1,5 X 44 Watt = 66 Watt). Kebutuhan sekring yang ada di pasaran adalah 10 Amper, maka pemilihan sekring yang tepat adalah 10 Amper.
Lampu Tanda Belok
Lampu tanda belok atau sein dan lampuhazzard adalah dua sistem tanda yang berbeda, tetapi menggunakan komponen yang sama. Sistem ini terdiri atas empat buah bola lampu berwarna kuning, yaitu
. .1 bola lampu kiri depan
. .1 bola lampu kiri belakang
. .1 bola lampu kanan depan
. .1 bola lampu kanan belakang
Agar sistem tanda ini berfungsi dengan baik, lampu-lampu tersebut harus dapat menyala dan berkedip sempurna, yaitu selama 1 menit adalah 60 kali kedipan.
Hal ini bisa terjadi bila arus yang masuk ke bola lampu berupa arus putus-hubung yang diperoleh dari alat pengedip (flasher).
Bila saklar lampu tanda belok dioperasikan ke kiri atau ke kanan, lampu yang berkedip kiri saja atau kanan saja. Saklar tersebut biasanya terletak di bawah lingkar kemudi dan dirakit di batang kemudi. Bila saklar lampu hazzard dioperasikan atau difungsikan, lampu yang berkedip adalah kiri dan kanan secara bersamaan. Saklar lampu hazzard biasanya terletak di bagian batang kemudi sebelah depan.
Perbedaan kedua sistem tersebut adalah dari fungsinya, lampu tanda belok dipergunakan bila kendaraan akan mengubah arah atau berbelok, sedangkan lampuhazzarddigunakan bila dalam keadaan bahaya. Misalnya mobil sedang menarik atau ditarik mobil lain, mobil berhenti darurat karena ada kerusakan. Oleh karena itu, lampuhazzard harus dapat dinyalakan tanpa harus menyalakan kunci kontak.
Lampu Rem
Lampu rem pada kendaraan bermotor biasanya berwarna merah dan ditempatkan di bagian belakang yang menyatu dengan lampu kota atau posisi. Daya rem harus lebih besar daripada lampu posisi. Misalnya bola lampu dobel filamen dengan tulisan 8/21 w 12V berarti daya lampu kota 8 w dan lampu rem 21 W dengan tujuan pada saat lampu kota atau posisi menyala dan mobil sedang direm, akan terjadi perubahan sinar lampu terlihat menyala lebih terang.
Lampu rem akan selalu menyala bila pedal rem diinjak karena pada saat pedal rem diinjak, tekanan tuas pedal rem cenderung ke posisi atas (tidak mengerem).
Lampu Mundur
Lampu mundur pada kendaraan bermotor berfungsi di samping untuk memberi tanda mundur pada kendaraan yang berada di belakangnya, juga berfungsi untuk menerangi bagian belakang mobil tersebut. Agar nyala lampu tersebut bisa dibedakan dengan lampu yang lain, warna dari lampu mundur adalah putih. Supaya dapat terlihat jelas pada jarak yang cukup jauh, daya lampu yang terpasang sebesar 23 Watt. Lampu mundur hanya dapat menyala bila mesin hidup ( kunci kontak ON ) dan gigi transmisi pada posisi mundur.
Sistem Kelistrikan Body
Komponen-Komponen Pendukung Rangkaian Sistem KelistrikanBody
Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah DC (Dirrect Current) pada sistem kelistrikan otomotif. Umumnya baterai yang digunakan sebagai sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan kapasitasnya berkisar 4070 AH (Ampere Hour).
Baterai mempunyai 2 kutub, yaitu kutub (+) dan kutub (-).Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-) atau minus diberi kode 31.
Kunci Kontak (Switch)
Kelistrikan otomotif pada mobil menggunakan kunci kontak (Ignition Swtch) sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan dengan sumber tenaga (baterai).
Kunci kontak mempunyai beberapa posisi, yaitu ;
Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
ACC : terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan accecoris
ON / IG : terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
START : untuk start
Saklar
Saklar di atas dapat dioperasikan dengan cara menekan dan melepas atau menarik dan melepas sehingga kontak gerak akan berpindah dari 56a ke 56b atau sebaliknya. Bila saklar tersebut mempunyai 3 posisi berhenti, pada posisi tidak ditarik (posisi 0), tidak ada kontak yang berhubungan dengan 30 (+ baterai). Bila ditarik 2 kali (posisi 2), kontak 30 (+ Baterai) akan berhubungan dengan 56 (ke saklar dim).
Sekring (fuse)
Sekring adalah suatu komponen kelistrikan yang berfungsi untuk membatasi beban arus yang berlebihan. Selain itu, untuk menghindari terjadinya kerusakan pada rangkaian saat terjadi konsleting atau hubungan singkat. Dengan adanya sekring (fuse) rangkaian kelistrikan, bola lampu, kabel-kabel, relay, fleser, dan yang lainnya tidak akan rusak bila terjadi kelebihan arus atau terjadi hubungan singkat karena sekring akan putus terlebih dahulu. Jenis sekring ada bermacam-macam, baik bentuk (konstruksi) maupun jenis filamennya.
Pengedip (Flase)
Pengedip (flaser) digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara otomatis pada rangkaian lampu tanda belok sehingga lampu akan berkedip. Jenis pengedip (flaser) ada dua, yaitu jenisbimetal dan magnet.
Relay
Relay adalah saklar elektrik yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya, bila dialiri arus listrik, kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin tertarik dan terhubung. Ada dua jenisrelay, yaiturelay bila dialiri arus listrik kontak poin akan terhubung dan relay bila dialiri arus listrik akan terputus
.
Kabel Penghubung
Kabel adalah suatu komponen yang digunakan untuk menghubungkan
komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terbuat dari tembaga dan
diberi isolasi supaya tidak terjadi konseleting. Diameter kabel terdiri
atas berbagai ukuran. Penggunaan kabel berbeda-beda ukurannya,
bergantung pada berapa besar arus yang mengalir. Bila arus yang mengalir
besar, berarti harus menggunakan kabel yang berdiameter besar, tetapi
bila arus yang mengalir kecil, cukup menggunakan kabel yang berdiameter
kecil.
Overhaul Mobil
OVERHAUL MOBIL
OVERHAUL MOBILMelepas mesin dari mobil
1. Lepaskan pemegang tutup mesin dan lepaskan tutup mesin.
2. Keluarkan pada radiator dan blok silinder.
3. Keluarkan oli mesin.
4. Keluarkan aki.
5. Lepaskan saringan udara bersama rumalmya.
6. Buka kabel gas dan cuk karburator.
7. Lepaskan pipa bensin melalui sambungan pada saringannya.
8. Lepaskan selang masuk heater (pemanas) pada saluran isap
9. Lepaskan kawat primer dan tegangan tinggi pada distributor.
10. Lepaskan thermosensor air.
11. Lepaskan kabel-kabel motor starter dan switch tekanan oli.
12. Kendorkan klem selang, setelah itu lepaskan selang radiator dan bawah dari radiator dan pompa air.
13. Lepaskan air.
14. Buka baut tangkai, srtelah alternator dan copot tali kipas. setelah itu lepas atau copot altemator.
15. Lepaskan dudukan alternator.
16. Lepas pipa buang depan dari saluran buang. Kemudian buka saluran buangan dari kop silinder.
17. Lepas starter motor. .
18. Lepas pelat penutup dari rumah kopling.
19. Topang transmisi dengan dongkrak yang cocok.
20. Lepaskan transmisi dari pengikat dudukan mesin.
21. Pasang rantai (seling) yang cocok pada gantungan mesin.
cantolkan rantai pada alat angkat yang memadai. Setelah itu angkat rantai sedikit ke atas hingga tidak kendor.
22. Lepaskan braket dudukan mesin di sebelah kanan dan kiri.
23. Tarik mesin ke depan hingga poros yang masuk transmisi benar-
benar kelihatan. Angkat mesin dari kendaraan.
Membongkar mesin
Setelah mesin diturunkan dari mobil, maka overhaul (membelah) mesin dapat dimulai dengan urutan langkah sebagai berikut.
1. Melepas distributor
a. Cabut kabel busi.
b. Cabut selang dari vacuum advance control canister (kanister kontrol pemaju vakum).
c. Lepaskan mur penahan distributor dan cabut distributor dari kop silinder.
2. Melepas pompa bahan bakar
a. Copot pipa bensin dari pompa bensin yang ke karburator.
b. Lepaskan baut dudukan pompa bensin. Copot pompa bensin, insulator, dan gasketnya.
c. Lepas penyumbat dan pendorong pompa dari balok silinder.
3. Melepas kipas pendingin dan puli
a. Lepas baut dudukan kipas pendingin dari boss pompa air.
b. Lepaskan kipas bersama puli.
4. Melepas pompa air
a. Copot mur dudukan pompa air.
b. Lepaskan batang/tangkai penyetel alternator.
c. Lepas pompa air dan gasketnya.
5. Melepas thermostat
a. Lepaskan baut dan cabut tutup thermostat bersama gasketnya.
b. Copot thermostat.
6. Melepas saluran isap dan kaburator
Lepas mur-mur karburator dan saluran isap secara keseluruhan
bersama gaskotnya.
7. Melepas saringan oli
a. Lepas saringan oli dengan kunci yang pas.
b. Lepaskan switch tekanan oli.
8. Melepas poros kam dan kop silinder
a. Lepas baut-baut dan tutup tuas klep (rocker mm) dan gasketnya
b. Cabut seal oli setengah Iingkaran dari ujung kop silinder
c. Pasang alat penahan (SST) untuk menahan roda gila.
d. Lepaskan mur dari ring, Iantas dorong gigi pemutar di tributor dan spaser dari poros kam.
e. Lepaskan baut pengikat kop silinder dan tutup rantai timing.
f. Kendorkan baut kop silinder dua atau tiga tahap sesuai urutan yang ditunjukkan gambar.
g. Lepaskan rangkaian tuas klep.
h. Tarik poros kam ke belakang agar lepas dari sproket poros kam.
i. Buka sproket poros kam.
j. Lepaskan kop silinder berikut gasketnya.
Catatan :
Bila poros kam saja yang dilepas, rantai timing harus ditahan menghadap
ke atas agar sliper blade pada tensioner rantai tidak melejit dan
penyetelan rantai terjadi sulit.
9. Melepas katup dan per katup (kepala silinder dilepas)
a. Gunakan sikat kawat halus dan motor bor untuk membersihkan kerak karbon dari ruang bakar.
b. Gunakan SST seperti pada gambar dan tekanlah per katup.
Catatan:
Taruh panahan katup dudukan per atas, pegas katup dudukan per bawah,
dan katup secara berurutan pada kotak bensin agar Iebih mudah
merakitnya.
c. Lepaskan penahan katup, dudukan per atas, per katup, dan
dudukan pcr bawah.
d. Lepaskan katup.
10. Melepas pull poros engkel (crankshaft pulley)
a. Pasang SST untuk menahan roda gila.
b. Lepaskan baut dan cabut puli dari poros engkol.
11. Melepas kopling dan roda gila
a. Pasangkan SST untuk menahan roda gila.
b. Lepaskan baut dan lepas tutup kampas kopling (matahari) dan kampas kopling.
Catatan :
Kampas kopling jangan kena oli atau gemuk.
c. Lepaskan baut-baut dan copot roda gila dari poros engkol
d. Lcpaskan SST.
12. Melepas bak oli
a. Balikkan blok silinder.
b. Lepaskan baut-baut dan lepaskan oli bersama gasketnya.
13. Melepas taplsan oli
Lepaskan baut-baut dan tapisan oli beserta gasket.
14. Melepas tutup rantai timing
a. Lepaskan baut, tutup rantai timing, dan gasketnya.
b. Lepaskan oli slinger dari poros engkol.
15. Melepas tensioner dan panahan getaran rantai
a. Lepaskan baut dan Iepaslah pemandu rantai
b. Lepaskan pula baut dan penahan getaran rantai.
16. Melepas sprokef dan rantai pompa oli
a. Lepaskan penyetel rantai.
b. Lepaskan mur dan ring pada sproket pompa oli.
c. Cabut sproket pompa oli, sproket poros engkol, dan rantai penggerak secara keseluruhan.
17. Melepas pompa oli
a. Lepaskan baut dan tutup pompa.
b. Lepaskan motor dan poros dari blok silinder.
18. Melepas sprokei poros engkol dan rantai timing
a. Lepaskan spaser (ganjal), sproket poros engkol, dan tutup
dari pores engkol.
b. Lepaskan pasak sproke pada poros engkol.
19. Melepas piston dan setang piston.
a. Lepas baut dan tutup setang piston.
Catatan:
Jangan merusakkan crankpin dengan setang piston. Hati-hati waktu melepasnya.
b.
Tekan piston dan setang piston ke luar dari blok silinder. Gunakan
gagang palu untuk mendorongnya ke luar sampai ring piston lepas dari
silinder.
c. Tekatl pasak piston keluar dengan SST.
Perhatikan:
Jaga piston dan pasaknya diletakkan berurutan untuk setiap silindernya agar mudah memasangnya.
20. Melepas poros engkol
a. Lepaskan baut dudukan tutup metal duduk (main bearing).
b. Lepaskan tutup metal duduk belakang dengan SST. Keluarkan thrusnwashernya.
c. Lepas tutup metal lainnya.
d. Lepas seal oli dari poros engkol belakang.
e. Lepas poros engkol.
.
Tune Up Mobil Injeksi
tune up mobil
TUNE-UP mobil bensin
Cara Tune Up Mobil – Cara Tune Up Yang Benar. Bagi anda yang mempunyai mobil dan anda ingin mengetahui apa saja sih yang di perbaikin saat mobil kita di Tune Up dan pada pertemuan kali ini saya akan berbagi ilmu cara tune up mobil secara rincin dan pengertian tune up yang benar. Biasanya tune up dilakukan agar kendaraan anda lebik baik dan nyaman saat di kendarai atau istilahnya di periksa oleh dokter.
Pengertian Tune Up di bawah ini kami rangkum secara detail agar anda dapat memahami apa saja cara tune up mobil dan apa saja yang perlu di service saat mobil anda di tune up. Berikut ini cara tune up mobil yang saya rangkum secara detail. Simaklah dengan seksama.
Alat Yang Digunakan Untuk Tune Up
Dalam pemeriksaan sistem tune up mobil, kita dapat mengenal beberapa alat yang harus di pergunakan, di ataranya :
Fuller Gauge
Kunci Pas Ring
Obeng Min (-) dan Obeng Plus (+)
Tachometer
Timing Light
Tester Kompresi
Multi Tester
Hidro Meter
Prinsip Kerja Tune Up
Dalam pelaksanaannya bagian-bagian yang di periksa dalam system tune up mesin adalah sebagai kerikut :
System Pendinginan
Tali Kipas (Van Blet)
Saringan Udara (Air Filter)
Batteray
Celah Katub
Oli Mesin
Busi
Kabel Tegangan Tinggi
Distributor
Platina (Breaker Point)
Governor Adventure
Vacum Adventure
Mengetes Kompresi
Sudut Dwell
Sudut Pengapian
Cara Tune Up Mobil Yang Benar
Memeriksa Sistem Pendinginan
Periksa tinggi air pendinginan pada tengki cadangan, jika kurang tambahkan hingga sampai batas garis full dan jangan lupa memeriksa kualitas air pendingin, apakah sudah berubah warna, menimbulkan karat, tercampus dengan oli atau kotoran/ gantilah air pendingin jika perlu.
Periksa klem selang radiator,sekaligus selangnya, apabilaterjadi kebocoran segera perbaiki, jika sudah rusak dapatdi ganti dengan yang baru.
Periksa cara kerja tutup radiator, dengan menggunakan alat tester tutup radiator, periksa tegangan pegas dankedudukan vakumpada tutup radiator dan jika tutup radiator rusak harus di ganti.
Memeriksa Tali Kipas
Periksa tali kipas (Van Bett) dari kehausan, retak, dan ketengangan ganti jika perlu.
Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar 98N (10kg) di tengah-tengah poli pompa air dan altenator.
Pastikan tali kipas terpasang dengan benar.
Memeriksa Saringan Udara (Air Filter)
Buka dan bersihkan elemen saringan udara dengan menghembuskan udara bertekanan dari arah sebelah dalam.
Jika elemen rusak atausudah terlalu kotor dan susah untuk di bersihkan ganti dengan yang baru.
Memeriksa Batteray (ACCU)
Periksa batteray dari kemungkinan penyangga batteray berkarat, hubungan terminal longgar, terminal berkarat atau rusak.
Pariksa batas air ACCU, air ACCU yang normal harus berada antara batas atas dan batas bawah (Maks dan Mint).
Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sell.
Memeriksa Celah Katup
Periksalah celah katub sesuai denganurutan pengapian dan jumlah silinder pada kendaraan yang kita sedang tune up, jikaada celah kutup yangtidak sesuai maka disetel dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Persiapkan kunci-kunci yang dibutuhkan dan kain permbersih.
Lalu bukalah tutup kepala silinder.
Putar puli poros engkol sesuai dengan pada tanda top 1.
Lalu setel klep cilynder no 1 dan 2 (kutup masuk dan buang) sesuai dengan celah kutub yang di anjurkan oleh pabrik.
Putar puli 180o searah jarum jam, kemudian setel katub masuk dan buang yang bebas.
Lakukan kembali seperticara diatas, sampaisemua kutup selesai di setel.
Jangan lupa bersihkan alat yang sudah di pakai dan menyimpan pada tempatnya.
Memeriksa Oli Mesin
Periksa oli dari kemungkinan berkurang, tercampur dengan air atau sudah bekurang tingka pelumasannya.
Pada stik oli, oli harus berada pada antara L dan F, jika lebih rendah maka periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F.
Memeriksa Busi
Bukalah busi dari tempatnya.
Periksalah elektroda tengah setiap busi dari pengikisan, pecah atau perselin (keramik) rusak gantilah bila perlu.
Bersihkan busi dengan sikat kawat halus bila di pakai lagi.
Setel celah elektroda busi dengan STT.
Memeriksa (Mengukur) Kabel Tegangan Tinggi
Lepaskan kabel tegangan tinggi dari tutup distributor.
Pada waktu melepas keble busi, tariklah dengan memegang bagian ujung atau pembungkus kabel, jangan memegang pada bagian tengah kabel.
Periksa tahanan kabel dengan menggunakan multi tester, tahan kabel harus berkurang dari 25kg setiap kabelnya.
Distributor
Periksalah tutup distributor dari kemungkinan retak, kotoran lubang kabel busi, karbon pada bagian dalam tutup distributor apakah masih sisa atau sudah terkikis.
Memeriksa (Mengukur) Celah Platina
Periksalah keadaan platina dari bolong, hangus karena terbakar, tidak rata (ada bagian yang tebal dan ada bagianyang tipis), jika perlu ganti.
Periksalah celah platina dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Putarlah puli poros engkol dan posisikan poros distributor pada salah satu sudutnya sampai celah pada platina terbuka penuh. Gunakan fuller gauge yang sesuai dengan ukuran yang di anjurkan oleh pabrik untuk mengukur celah platina.
Jika celah platina terlalu besar atau kecil, setel celah platina tersebut.
Jangan lupa memberikan sedikit gemuk pada poros distributor yang bersentuhan dengan bagian platina.
Gover Adventure
Periksalah governour adventure dari kotoran, kekurangan pelumas, apakah pegasnya masih berfungsi seperti seharusnya.
Vacum Adventure
Periksalah vacum dari kemungkinan tersumbat, hisapan bocor, berkarat atau rusak.
Periksalahjuga selang vakum jangan sampai selangnya sudah kaku, terdapat sobekan atau tersumbat.
Mengetes Kompresi
Lakukan tes kompresi dengan langkah – langkah :
Lepaskan kabel busi dari tempatnya satu persatu.
Masukan bagian bawah yang berderat dari alat tes kompresi ke dalam lubang busi, lalu putar dengan tangan sampai kencang.
Starter mesu sampai beberapa kali, dengan catatan pedal gas di tekan sampai penuh.
Lihat arah jarum pada tester berada pada angka berapa. Bila bagus dia menunjukan angka 11-12 BAR.
Tekan tombol pembuang gas, untuk mengembalikan posisi jarum jam ke angka nol.
Ulangi cara tersebut di atas untuk mengetes kompresi silinder yang lain.
Memeriksa Sudut Dwell
Pariksalah sudut dwell dengan tachmometer.
Sudut dwell yang di anjurkan adalah 52o kurang lebih 2o.
Memeriksa Sudut Pengapian
Periksalah sudut pengapian dengan timing light.
Sudut pengapian harus tepat derajatnya dengan mesin yang sedang kita tune up.
TUNE-UP mobil bensin
Cara Tune Up Mobil – Cara Tune Up Yang Benar. Bagi anda yang mempunyai mobil dan anda ingin mengetahui apa saja sih yang di perbaikin saat mobil kita di Tune Up dan pada pertemuan kali ini Co2 akan berbagi ilmu cara tune up mobil secara rincin dan pengertian tune up yang benar. Biasanya tune up dilakukan agar kendaraan anda lebik baik dan nyaman saat di kendarai atau istilahnya di periksa oleh dokter.
Pengertian Tune Up di bawah ini kami rangkum secara detail agar anda dapat memahami apa saja cara tune up mobil dan apa saja yang perlu di service saat mobil anda di tune up. Berikut ini cara tune up mobil yang Co2 rangkum secara detail. Simaklah dengan seksama.
Alat Yang Digunakan Untuk Tune Up
Dalam pemeriksaan sistem tune up mobil, kita dapat mengenal beberapa alat yang harus di pergunakan, di ataranya :
Fuller Gauge
Kunci Pas Ring
Obeng Min (-) dan Obeng Plus (+)
Tachometer
Timing Light
Tester Kompresi
Multi Tester
Hidro Meter
Prinsip Kerja Tune Up
Dalam pelaksanaannya bagian-bagian yang di periksa dalam system tune up mesin adalah sebagai kerikut :
System Pendinginan
Tali Kipas (Van Blet)
Saringan Udara (Air Filter)
Batteray
Celah Katub
Oli Mesin
Busi
Kabel Tegangan Tinggi
Distributor
Platina (Breaker Point)
Governor Adventure
Vacum Adventure
Mengetes Kompresi
Sudut Dwell
Sudut Pengapian
Cara Tune Up Mobil Yang Benar
Memeriksa Sistem Pendinginan
Periksa tinggi air pendinginan pada tengki cadangan, jika kurang tambahkan hingga sampai batas garis full dan jangan lupa memeriksa kualitas air pendingin, apakah sudah berubah warna, menimbulkan karat, tercampus dengan oli atau kotoran/ gantilah air pendingin jika perlu.
Periksa klem selang radiator,sekaligus selangnya, apabilaterjadi kebocoran segera perbaiki, jika sudah rusak dapatdi ganti dengan yang baru.
Periksa cara kerja tutup radiator, dengan menggunakan alat tester tutup radiator, periksa tegangan pegas dankedudukan vakumpada tutup radiator dan jika tutup radiator rusak harus di ganti.
Memeriksa Tali Kipas
Periksa tali kipas (Van Bett) dari kehausan, retak, dan ketengangan ganti jika perlu.
Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar 98N (10kg) di tengah-tengah poli pompa air dan altenator.
Pastikan tali kipas terpasang dengan benar.
Memeriksa Saringan Udara (Air Filter)
Buka dan bersihkan elemen saringan udara dengan menghembuskan udara bertekanan dari arah sebelah dalam.
Jika elemen rusak atausudah terlalu kotor dan susah untuk di bersihkan ganti dengan yang baru.
Memeriksa Batteray (ACCU)
Periksa batteray dari kemungkinan penyangga batteray berkarat, hubungan terminal longgar, terminal berkarat atau rusak.
Pariksa batas air ACCU, air ACCU yang normal harus berada antara batas atas dan batas bawah (Maks dan Mint).
Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sell.
Memeriksa Celah Katup
Periksalah celah katub sesuai denganurutan pengapian dan jumlah silinder pada kendaraan yang kita sedang tune up, jikaada celah kutup yangtidak sesuai maka disetel dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Persiapkan kunci-kunci yang dibutuhkan dan kain permbersih.
Lalu bukalah tutup kepala silinder.
Putar puli poros engkol sesuai dengan pada tanda top 1.
Lalu setel klep cilynder no 1 dan 2 (kutup masuk dan buang) sesuai dengan celah kutub yang di anjurkan oleh pabrik.
Putar puli 180o searah jarum jam, kemudian setel katub masuk dan buang yang bebas.
Lakukan kembali seperticara diatas, sampaisemua kutup selesai di setel.
Jangan lupa bersihkan alat yang sudah di pakai dan menyimpan pada tempatnya.
Memeriksa Oli Mesin
Periksa oli dari kemungkinan berkurang, tercampur dengan air atau sudah bekurang tingka pelumasannya.
Pada stik oli, oli harus berada pada antara L dan F, jika lebih rendah maka periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F.
Memeriksa Busi
Bukalah busi dari tempatnya.
Periksalah elektroda tengah setiap busi dari pengikisan, pecah atau perselin (keramik) rusak gantilah bila perlu.
Bersihkan busi dengan sikat kawat halus bila di pakai lagi.
Setel celah elektroda busi dengan STT.
Memeriksa (Mengukur) Kabel Tegangan Tinggi
Lepaskan kabel tegangan tinggi dari tutup distributor.
Pada waktu melepas keble busi, tariklah dengan memegang bagian ujung atau pembungkus kabel, jangan memegang pada bagian tengah kabel.
Periksa tahanan kabel dengan menggunakan multi tester, tahan kabel harus berkurang dari 25kg setiap kabelnya.
Distributor
Periksalah tutup distributor dari kemungkinan retak, kotoran lubang kabel busi, karbon pada bagian dalam tutup distributor apakah masih sisa atau sudah terkikis.
Memeriksa (Mengukur) Celah Platina
Periksalah keadaan platina dari bolong, hangus karena terbakar, tidak rata (ada bagian yang tebal dan ada bagianyang tipis), jika perlu ganti.
Periksalah celah platina dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Putarlah puli poros engkol dan posisikan poros distributor pada salah satu sudutnya sampai celah pada platina terbuka penuh. Gunakan fuller gauge yang sesuai dengan ukuran yang di anjurkan oleh pabrik untuk mengukur celah platina.
Jika celah platina terlalu besar atau kecil, setel celah platina tersebut.
Jangan lupa memberikan sedikit gemuk pada poros distributor yang bersentuhan dengan bagian platina.
Gover Adventure
Periksalah governour adventure dari kotoran, kekurangan pelumas, apakah pegasnya masih berfungsi seperti seharusnya.
Vacum Adventure
Periksalah vacum dari kemungkinan tersumbat, hisapan bocor, berkarat atau rusak.
Periksalahjuga selang vakum jangan sampai selangnya sudah kaku, terdapat sobekan atau tersumbat.
Mengetes Kompresi
Lakukan tes kompresi dengan langkah – langkah :
Lepaskan kabel busi dari tempatnya satu persatu.
Masukan bagian bawah yang berderat dari alat tes kompresi ke dalam lubang busi, lalu putar dengan tangan sampai kencang.
Starter mesu sampai beberapa kali, dengan catatan pedal gas di tekan sampai penuh.
Lihat arah jarum pada tester berada pada angka berapa. Bila bagus dia menunjukan angka 11-12 BAR.
Tekan tombol pembuang gas, untuk mengembalikan posisi jarum jam ke angka nol.
Ulangi cara tersebut di atas untuk mengetes kompresi silinder yang lain.
Memeriksa Sudut Dwell
Pariksalah sudut dwell dengan tachmometer.
Sudut dwell yang di anjurkan adalah 52o kurang lebih 2o.
Memeriksa Sudut Pengapian
Periksalah sudut pengapian dengan timing light. Sudut pengapian harus tepat derajatnya dengan mesin yang sedang kita tune up.
Langganan:
Postingan (Atom)



